RSS Feed

Pura Agung Besakih

Ida Batara Turun Kabeh Tradisi ''Ngoncang'' untuk Memanggil Bidadari

BERBAGAI rangkaian kegiatan dalam menyambut upacara Batara Turun Kabeh di Pura Besakih sudah dilakukan. Para umat pun sudah banyak yang ngaturang ayah. Seperti Rabu (9/3) kemarin, krama dari seluruh Bali ngaturang ayah membuat catur untuk sanggah tawang catur muka dan membersihkan areal Pura Besakih.
Di sela-sela kegiatan persiapan tersebut ada tradisi unik yang dilakukan setiap hari dalam menyambut Ida Batara Turun Kabeh yaitu tradisi Ngoncang. Tradisi ini merupakan memukul ketungan dengan alu dengan irama yang unik. Tradisi ini bertujuan untuk memanggil bidadari agar ikut menyaksikan upacara besar yang sedang dipersiapkan.
Ida Pedanda Istri Anom Patni menjelaskan, dalam tradisi Ngoncang ini dilakukan oleh enam orang. Masing-masing membawa alu dan memukulkan pada ketungan (alat untuk menumbuk padi) dengan irama yang terdengar sangat serasi. "Setiap hari dilakukan tiga kali yaitu pukul 08.00 wita, 12.00 wita dan pada pukul 17.00 wita," ujarnya.
Sementara itu, menurut Pengulun Desa Adat Besakih Jero Gede Pande Sudarta, kesibukan akan mulai terasa di Pura Besakih pada Sabtu (12/3) mendatang. Pada saat itu akan dipasang ider-ider. "Pemasangan ider-ider akan berlangsung pada tanggal 12 dan 13 Maret mendatang," ujarnya.
Sementara pada Rabu (16/3) digelar upacara Ida Batara Tedun dan Kamis (17/3) dilanjutkan dengan Malelasti. Upacara mapepada akan dilaksanakan pada Jumat (18/3), sehari sebelum acara puncak.

 

Pengantar

Pura Agung Besakih selanjutnya di sebut Pura Besakih terletak adalah sebuah kompleks Pura atau sebuah gugusan Pura yang terletak di Desa Besakih kecamatan Rendang Kabupaten Karangasem. Pura ini terletak di lereng sebelah barat daya Gunung Agung. letaknya yang di Gunung Agung memang sengaja dipilih berdasarkan keyakinan bahwa Gunung Agung merupakan gunung tertinggi di Bali.

Pura Besakih diyakini dibuat pertama kali oleh Rsi Markandya, dalam ekspedisi Beliau dari Gunung Raung Jawa Timur ke Bali. Dalam lontar Markandya Purana disebutkan "di tempat bekas dimulainya merambas hutan itu, sang Yogi Markandya menanam kendi berisi air disertai lima jenias logam yaitu emas, perak, tembaga, besi dan perunggu yang disebut dengan Panca Datu dan permata yang bernama mirahadi. Di tempat menanam lima jenis logam itu diberi nama BASUKI. dan apa sebab diberi nama Basuki, karena pengikut Sang Yogi Markandya yang belakangan ini tidak ditimpa bencana atau bahaya sebagaimana dialami oleh romobongan terdahulu. arti kata Basuki adalah selamat".

Denikianlah asal mula adanya Pura Besakih yang pada mulanya bernama Basuki setelah melewati sejarah yang panjang, kemudian disebut Besakih.


Pura Penataran Agung

Menurut lontar Raja Purana Besakih, Pura Penataran Agung adalah tempat pesamuan Bhatara Kabeh, maka dengan demikian Pura Penataran Agung dianggap sebagai sentralnya kompleks Pura Besakih. Pura Penataran Agung terletak di sebelah utara Pura Basukihan dan berada di tengah-tengah kompleks Pura Besakih.

Pura Penataran Agung memiliki 7 tingkatan atau 'sapta mandala' melambangkan sapta loka atau tujuh tingkatan dunia. pada masing-masing tingkatan memiliki terdapat bangunan suci yang jumlah, bentuk serta fungsinya berbeda.

Mandala I

Pada mandala ini terdapat :

  • Bale Kulkul: sebagai tengeran (tanda waktu) yang dibunyikan hanya pada waktu ada upacara atau pujawali.
  • Bale Pegambuhan: tempat diselenggarakannya drama tari gambuh.
  • Bale Palegongan: tempat diselenggarakannya tari-tarian.
  • Bale Pegat.
  • Candi Bentar.

Mandala II

Pada mandala ini terdapat:

  1. Padma Tiga: merupakan pusat pemujaan di Pura Penataran Agung, adalah stana dari Tri Purusa yaitu Siwa, Sada Siwa dan Parama Siwa.
  2. Bale Pawedan:tempat para Sulinggih memimpin upacara.
  3. Panggungan : tempat sesaji.
  4. Bale Agung: tempat paruman sulinggih.
  5. Bale Pesamuan Agung: tempat arca pralingga.
  6. Bale Papelik: tempat pemujaan terhadap Mpu Bradah.
  7. Bale Papelik : tempat pemujaan terhadap SangHyang Siyem.
  8. Meru Tumpang 11: tempat pemujaan Ida Bhatara Manik Maketel.
  9. Meru Tumpang 9: tempat pemujaan Ida Bhatara Bagus Kubakal.
  10. Piyasan alit : tempat banten.
  11. Bebaturan: tempat pemujaan Bhatara Sila Majemuh.
  12. Bale Piyasan: tempat menghias arca pralingga.
  13. Bale ongkara:
  14. Bale Papelik: tempat banten.
  15. Bale Kawas: tempat hewan yang akan dipergunakan dalam upacara.
  16. Bale Gong: tempat tetabuhan.
  17. Pemedal Agung.

Mandala III

pada mandala ini hanya sebuah halaman kosong tanpa bangunan sebuah tempat untuk mengosongkan pikiran sebelum melanjutkan perjalanan.

Mandala IV

Pada mandala ini terdapat:

  1. Meru Tumpang 11: tempat pemujaan Bhatara Maspait.
  2. Meru Tumpang 7: tempat pemujaan Bhatara Geng.
  3. Meru Tumpang 7: tempat pemujaan Ida Tulus Dewa.
  4. Meru Tumpang 5: tempat pemujaan I Gusti Ngurah Dauh.
  5. Meru Tumpang 5: tempat pemujaan Ida Panataran.
  6. Meru Tumpang 3: tempat pemujaan Ida Tohjiwa.
  7. Gedong: tempat pemujaan Bhatara Sakti.
  8. Gedong: tempat pemujaan Bhatara Sukalwih.
  9. Gedong: tempat pemujaan Ida Gusti.
  10. Gedong: sebagai tempat pangaci.
  11. Gedong Penyimpenan.
  12. Dua buah bangunan tempat banten.
  13. Dua buah bangunan tempat Pinandhita memimpin upacara.
  14. Dua buah Bale Papelik.

Mandala V

Pada mandala ini terdapat :

  1. Meru Tumpang 11: tempat pemujaan I Ratu Sarining Jagat.
  2. Parahyangan Surya Candra: tempat pemujaan SangHyang Aditya dan SangHyang Ratih.
  3. Palinggih Hyang Widyadara-Widyadari: tempat pemujaan penari dan penabuh.
  4. Palinggih Bhatara Daneswara: pemujaan ancangan Pura Besakih.
  5. Palinggih SangHyang Gandarwa.
  6. Palinggih Ida Ratu Nagalesung.
  7. Palinggih I Ratu Ulang Alu.
  8. Palinggih I Ratu Subandar dab Hyang Waruna.
  9. Bale Papelik: tempat banten.

Mandala VI

Pada mandala ini terdapat:

  1. Meru Tumpang 11: tempat pemujaan Dewa Indra.
  2. Meru Tumpang 3: tempat pemujaan I Ratu Mas Magelung.
  3. Dua buah Bale Papelik: tempat banten.

Mandala VII

pada mandala ini terdapat dua buah gedong tempat pemujaan Hyang Putranjaya da Dewi Danuh.


Upacara

Keharusan menyelenggarakan upacara yadnya di Pura Besakih, mengikuti lontar Raja Purana Besakih, diantaranya adalah :

  1. Pada tahun Saka yang berakhiran 1 sampai dengan 9 upakaranya adalah "Melabuh Gentuh"
  2. Pada tahun Saka berakhiran 0 upakarnya adalah "Manca Wali Krama"
  3. Pada tahun Saka berakhiran 00 upakaranya adalah "Eka Dasa Rudra"


Pura-Pura pendamping di Pura Besakih adalah :

Pura Catur Lawa :

  1. Pura Ratu Pasek: terletak disebelah timur Pura Penataran Agung. Pura ini menjadi salah satu penyungsungan warga Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi atau lebih dikenal dengan nama Warga Pasek. Piodalannya jatuh pada hari purnamaning sasi Kawulu.
  2. Pura Ratu Bagus Pande: Pura ini terletak disebelah barat Pura Penataran Agung. Pura ini merupakan salah satu penyungsungan dari Maha Semaya Warga Pande atau lebih dikenal dengan nama Warga Pande. Piodalannya jatuh pada Saniscara Kliwon Wuku Landep atau biasa disebut Tumpek Landep.
  3. Pura Ratu Segening: terletak disebelah selatan Pura Ratu Pasek. Piodalan pura ini jatuh pada Purnamanng sasih kaenem.
  4. Pura Ratu Penyarikan: Pura ini terletak dalam pekarangan Pura Pedharman Dalem, yaitu sebelah timur Pura Penataran Agung.


Pura Catur Dala

  1. Pura Gelap: Pura ini terletak disebelah timur Pura Penataran Agung. Sebagai parahyangan Ida SangHyang Widi dalam manifestasi sebagai Dewa Iswara. Piodalannya jatuh pada hari Soma Kliwon wuku Wariga. Pengempon Pemkab. Klungkung.
  2. Pura Batumadeg: Pura ini terletak disebalah utara Pura Penataran Agung. Sebagai parahyangan Ida SangHyang Widi dalam manifestasi sebagai Dewa Wisnu. Piodalannya jatuh pada hari Soma Umanis wuku Tolu. Pengempon Pemkab. Bangli.
  3. Pura Ulun Kulkul: Pura ini terletak disebelah barat Pura Penataran Agung. Sebagai parahyangan Ida SangHyang Widi dalam manifestasi sebagai Dewa Mahadewa. Piodalannya jatuh pada hari Sanisacara Kliwon wuku Kuningan. Pengempon Pemkab. Gianyar.
  4. Pura Kiduling Kreteg: Pura ini terletak disebalah selatan Pura Penataran Agung. Sebagai parahyangan Ida SangHyang Widi dalam manifestasi sebagai Dewa Brahma. Piodalan jatuh pada hari Anggara Wage wara Dunggulan. Pengempon Pemkab. Karangasem.


Pura Pedharman :

  1. Pura Pedharman Dalem: adalah pura penyungsungan keturunan Sri Adipati Samprangan Sri Kresna Kepakisan. Terletak di sebelah timur Pura Penataran Agung. Piodalannya pada hari Saniscara Kliwon wuku Wayang.
  2. Pura Pedharman Arya Apit Yeh: Pura ini terletak sebelah timur Pura Pedharman Dalem. merupakan penyungsungan dari keturunan Arya Apit Yeh. Piodalannya jatuh pada hari Purnamaning sasih Kapat.
  3. Pura Pedharman Kyayi Telabah: Pura ini terletak disebelah timur Pura Penataran Agung. Merupakan penyungsungan dari warga keturunan Kyayi Telabah. Piodalannya jatuh pada hari purnamaning sasih katiga.
  4. Pura Pedharman Sira Bhujangga: Pura ini terletak di sebelah timur laut Pura Penataran Agung. Merupakan penyungsungan dari warga Bhujangga Waisnawa. Piodalannya jatuh pada hari Saniscara Kliwon wuku Krulut.
  5. Pura Pedharman Kyayi Sukahet: Pura ini berdekatan dengan Pura Pedharman Sira Bhujangga. Merupakan penyungsungan dari keturunan Kyayi Sukahet. Piodalannya jatuh pada hari Purnamaning sasih kapat.
  6. Pura Pedharman Dalem Sukawati: Pura ini terletak di sebelah timur Pura Penataran Agung. Merupakan penyungsungan dari keturunan Dalem Sukawati. Piodalannya jatuh pada hari Saniscara Kliwon wuku wayang.
  7. Pura Pedharman Mengwi: Pura ini terletak disebelah timur Pura Penataran Agung. Merupakan penyungsungan dari keturunan Sira Nararya Kepakisan. Piodalannya jatuh pada hari Saniscara Kliwon wuku Wayang.
  8. Pura Pedharman Kaba-Kaba: Pura ini terletak disebelah timur Pura Penataran Agung. Merupakan penyungsungan dari keturunan Arya Tan Wikan. Piodalannya jatuh pada hari Saniscara Kliwon wuku Wayang.
  9. Pura Pedharman Arya Kenceng: Pura ini terletak disebelah timur laut Pura Penataran Agung. Merupakan penyungsungan dari keturunan Arya Kenceng.
  10. Pura Pedharman Dalem Bakas: Pura ini terletak disebelah timur Pura Pedharman Dalem Sukawati. Merupakan penyungsungan dari keturunan  Dalem Baks, Pungakan dan Tirtha Arum. Piodalannya jatuh pada hari Sanisacara Kliwon wuku Wayang.
  11. Pura Pedharman I Gusti Ngurah Sidemen:Pura ini terletak disebelah utara Pura Penataran Agung. Merupakan penyungsungan dari keturunan DangHyang Manik Angkeran.
  12. Pura Pedharman Kebon Tubuh: Pura ini terletak disebelah timur Pura Penataran Agung. Merupakan penyungsungan dari keturunan Arya Kota Waringin.
  13. Pura Pedharman I Gusti Dauh Baleagung: Pura ini terletak disebalah timur laut Pura Penataran Agung. Merupakan penungsungan dari keturunan Arya Dauh.


3 Komentar
image

Fri, 24 Jun 2011 @04:16

i gst lanang bayu

bagus untuk mengenal silsilah

image

Sun, 6 Nov 2011 @10:58

I Nyoman Lanang Oka

mohon infonya piodalan ring pura pedarman I Gusti Dauh Baleagung, suksma

image

Sun, 4 May 2014 @23:59

Narrmuif

, <a href="http://affordableairpurifiers.com/">garcinia cambogia extract diet pills</a>, [url="http://affordableairpurifiers.com/"]garcinia cambogia extract diet pills[/url], http://affordableairpurifiers.com/ garcinia cambogia extract diet pills, %-OOO,


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 3+2+5