RSS Feed

Pura Lempuyang Luhur

Pura ini terletak di puncak bukit Bisbis (Gunung Lempuyang/Adri karang) termasuk wilayah kecamatan Abang Kabupaten Karangasem. Sebagai tempat suci untuk memuliakan dan memuja SangHyang Widi Wasa dalam manifestasi sebagai Iswara. Pura ini berstatus sebagai salah satu 'Sad Kahyangan" jagat. Sejarah berdirinya Pura ini tidak bisa dilepaskan dari turunnya 'Bhatara Tiga' pada jaman dahulu dari Gunung Semeru.


Catatan dalam Prasasti

Babad Pasek diuraikan:

"lama kelamaan, berumur dunia ini 70 tahun, pada hari Sukra Kliwon wara Tolu sasih kalima, tanggal 5 rah penenggek1, lalu turun hujan lebat, halilintar sambung menyambung, gempa bumi selama dua bulan pada tahun Isaka 113 (191 M) lagi meletus Gunung Agung tersebut, keluar Bhatara Putranjaya dengan gelar Bhatara Mahadewa tiba di Besakih, ikut adik Beliau  Bhatari Dewi Danuh berparahyangan di Ulun Danu Batur, sedangkan Bhatara Gnijaya berparahyangan di Gunung Lempuyang...."


Lontar Prasasti Desa Sading:

"Pada tahun Isaka 1072 (1150 M) pada sasih kasanga tanggal ping 12 bertepatan dengan bulan separuh terang, wara Julungpujut, Sri Maharaja Jayasakti menyelenggarakan rapat dengan pimpinan perang terutama Rakyan Apatih dan dibawah Rakyan pada suatu rapat besar. Raja beserta Permaisuri berkeinginan untuk pergi ke Bali dan membangun istana di Adri Karang, untuk memenuhi amanat dari ayah beliau SangHyang Guru. Beliau bertujuan membangun dharma di Gunung Lempuyang sebagai penyelamat pulau Bali

Pujawali di Pura Lempuyang Luhur dilaksanakan dua kali, yaitu setiap enam bulan kalender bali (210 hari) bertepatan dengan hari Kamis Umanis wara Dungulan dan setiap Purnamaning kadasa.

Di Pura ini terdapat satu hal yang menarik, yaitu serumpun bambu gading "tiing gading" dimana di dalam setiap ruasnya terdapat tirtha yang biasa disebut sebagai "tirtha pingit".

Pengempon Pura Lempuyang ini adalah seluruh masyarakat desa Puraayu.

Susunan Palinggih di Pura Lempuyang adalah sebagai berikut :

  • Sebuah Padmasana yang terletak pada bagian utara menghadap selatan sebagai parahyangan Bhatara Luhuring Akasa.
  • Dua buah palinggih berbentuk seperti Padmasana pada bagian timur menghadapa ke barat adalah parahyangan Hyang Gnijaya dan putri beliau.
  • Sebuah bale pawedaan.
  • Sebuah gedong Pasimpenan.



1 Komentar
image

Wed, 11 Sep 2013 @13:05

dika

menerik sekali


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 0+8+5